Stimulasi Umur Bayi 3 Bulan Yang Perlu Anda Ketahui

Semua orang tua tentu akan memperhatikan tumbuh kembang bayi 3 bulan, selain itu para orang tua selalu dapat membantu dan mendukung proses tumbuh kembang si kecil yang begitu menyenangkan. Sejalan dengan penyediaan nutrisi yang sesuai, dibawah ini adalah beberapa hal sederhana yang dapat Ibu lakukan untuk mendukung si kecil tumbuh dan juga belajar.

Perkembangan Kognitif

Lakukan kontak mata dengan si kecil. Dan sering-seringlah berbicara dengannya. Ibu akan mendapati si kecil memperhatikan Ibu dengan seksama pada saat ia terjaga.

Ganti mainannya. Beri si kecil objek yang berbeda untuk dimainkan. Cobalah mulai dari sendok ukur dan cangkir plastik hingga balok empuk dan buku kain.

Bermain cilukba. Sembunyikan wajah Ibu di balik tangan atau selimut. Pada awalnya si kecil tidak akan merespon dan akan terkejut melihat Ibu setiap kali muncul, namun permainan ini membantunya mulai memahami konsep object permanence (suatu benda masih tetap ada walaupun tidak terlihat).

Bermain mencari mainan yang berbunyi. Pegang mainan genggam si kecil yang bisa berbunyi ketika digoyangkan 20 cm di samping wajah si kecil. Goyangkan untuk menarik perhatiannya, lalu mulai bergerak perlahan-lahan melintasi garis pandangnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah si kecil mengikuti dengan matanya. Pada awalnya, ia mungkin mengalami kesulitan menjaga fokus ketika mainan tadi melintasi garis tengah wajahnya. Jika si bayi kehilangan fokus, goyang mainan tersebut untuk kembali mengambil perhatiannya.

Mengubah dekorasi. Gantunglah cermin yang tidak mudah pecah atau gambar berwarna-warni di dekat meja ganti atau tempat tidur si kecil, ganti tampilannya dari waktu ke waktu dengan benda dan mainan yang aman baginya, sehingga si kecil memiliki banyak hal untuk dilihat.

Perkembangan Motorik

Lanjutkan telungkup. Pada saat si kecil terjaga dan waspada, telungkupkan ia sehingga si kecil bisa melihat sekelilingnya. Tempatkan mainan yang menarik di depannya supaya si kecil terdorong untuk mengangkat kepalanya untuk melihatnya. Ibu mungkin juga harus mencoba memindahkan mainan dari satu sisi ke sisi lainnya untuk membantu perkembangan otot lehernya dan memungkinkan si kecil untuk berlatih gerakan yang paling dasar dalam berguling.

Tantang jangkauannya. Tempatkan mainan sedikit dijauhkan dari jangkauan si kecil pada saat ia telungkup. Dalam usahanya untuk meraih mainan tadi, si kecil mungkin akan menemukan cara untuk berguling.

Melatih keseimbangan. Posisikan si kecil dalam posisi duduk, dengan ditopang oleh bantal sofa, atau bantal khusus yang berbentuk seperti huruf U, atau sudut di sofa. Posisi ini membantu si kecil mengembangkan otot-otot yang ia butuhkan untuk tetap seimbang ketika duduk. Selalu awasi si kecil dan pastikan posisi punggungnya tetap lurus. Goyang-goyangkan mainan atau bernyanyi untuk mencari perhatiannya dan membuatnya tetap terhibur sambil duduk.

Jelajahi indera. Tempatkan mainan di tangan si kecil. Ia akan belajar dari merasakan berat dan mendengar suaranya. (Pengalaman dengan indera akan membantu ia belajar tentang fisik benda).

Memperkenalkan permainan sebab-akibat. Pasangkan kaus kaki yang dipasangi lonceng kecil atau jahit mainan kecil yang berbunyi ketika bergerak di kaus kaki si kecil (pastikan lonceng atau mainan tadi terpasang dengan kokoh dan si kecil di bawah pengawasan langsung ketika mengenakannya). Pada saat ia menendang, ia akan mendengar bunyi-bunyian dan ini merupakan tahap awal pembelajaran bahwa gerakannyalah yang menyebabkan suara gemerincing atau efekberbunyi.

Perkembangan Komunikasi

Ajak berbicara. Ketika si kecil menggugam atau membuat suara lainnya, responlah kembali dan tunjukkan kegembiraan Ibu. Jawaban Ibu akan mendorong si kecil untuk selalu berusaha berbicara lagi.

Berbicara dengan bahasa si kecil. Bantu si kecil belajar mengenai pola bicara dengan menggunakan “bahasa bayi”. Si kecil sangat responsif terhadap gaya bicara seperti ini, tekanan pada awal kata dan nada naik di akhir kata seperti sedang bertanya (“HAL-lo, SAYANG. BAGIMANA kabarmu PA-gi INI!”). Si kecil mungkin juga akan lebih merespon terhadap suara Ibu karena nadanya yang lebih tinggi.

Berbicara bahasa lain. Jika si Ibu menggunakan bahasa kedua, lakukanlah di sekitar si kecil. Si kecil memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap lebih dari satu bahasa, dan si kecil yang menguasai dua bahasa akan mencapai tumbuh kembang dalam komunikasi yang sama seperti bayi lainnya, pada saat yang sama. Jadi tidak perlu khawatir ia akan bingung atau akan menyebabkan keterlambatan bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *